Klinik Tanaman

ABDI TANI Vol 19 No. 2 Edisi LXIV
Oktober-Desember 2018

Tanya :

Saya adalah petani padi di Kediri, Jawa Timur. Akhir-akhir ini, usaha tani padi saya dan juga tetangga saya banyak yang mengalami kendala. Utamanya adalah serangan wereng coklat. Dari tanaman padi baru pindah tanam hingga masa berbunga dan pengisian malai, hampir semuanya tidak normal. Tanamannya kerdil dan malainya hampa. Mohon petunjuknya, bagaimana cara mengatasi wereng yang baik dan benar? Terimakasih.

Ahmad (*******07@gmail.com)

Jawab :

Pak Ahmad di Kediri, hama wereng, utamanya wereng batang coklat (WBC) memang menjadi hama utama perusak tanaman padi. Hama ini bisa menyerang semua stadia tanaman padi, mulai dari persemaian sampai masa generatif. Selain menyebabkan kerusakan tanaman berupa hopperburn atau tanaman padi mengering seperti terbakar dalam satu luasan, WBC juga menjadi vector virus kerdil rumput (rice grass stunt virus) dan kerdil hampa (rice ragged stunt virus).

Tanaman padi yang terinfeksi virus kerdil tersebut pertumbuhannya menjadi kerdil dan tidak merata, sehingga disebut kerdil rumput. Sementara kalau serangannya pada fase generatif akan menyebabkan bulir padi tidak berisi atau hampa, sehingga disebut kerdil hampa. Masa paling kritis serangan virus ini adalah pada saat tanaman di persemaian hingga muncul anakan atau mulai umur 0-35 hst.

Untuk mengendalikan serangan WBC sekaligus mencegah infeksi virus yang dibawanya, sebaiknya antisipasi sejak awal harus dilakukan, seperti menggunakan varietas padi yang tahan WBC, penanaman padi serentak, dan penanaman tanaman refugia untuk konservasi musuh alami, serta rotasi tanaman.

Sementara untuk pengendalian secara kimiawi, penggunaan pestisida yang tepat sasaran dan dosis sangat penting dilakukan untuk mencegah adanya resistensi OPT. karena, apabila terjadi resistensi, siklus hidup WBC akan lebih pendek, jumlah telur lebih banyak, betinanya lebih banyak, dan akhirnya populasinya akan semakin meningkat.

Salah satu paket pestisida yang bisa digunakan untuk mengendalikan WBC adalah Paket Anti Wereng yang berisi: insektisida Promectin 18EC dan Winder 100EC. Paket tersebut diapikasikan sebanyak tiga kali, yaitu: pertama saat di persemaian (2-3 hari sebelum pindah tanam), kedua saat masa pertumbuhan hingga terbentuk anakan maksimal (30 hst), dan ketiga sebagai aplikasi tambahan saat terjadi serangan wereng. Di samping itu, bisa juga menggunakan insektisida double bahan aktif seperti Experto 300SC, WinGreat 400EC, dan MatrixWin 300EC. Atau insektisida single bahan aktif seperti: Winder 25WP, Neofron 60SC, Greta 500EC, dan Matrix 200EC.

Pada saat sebelum tanam atau saat pemupukan dasar, dianjurkan untuk diberikan insektisida Ventura 3GR atau Ventura 5GR atau Wingran 0,5GR atau Neofron 3GR yang ditaburkan merata pada tanah.

ABDI TANI Vol 19 No. 1 Edisi LXIII
Januari-Maret 2018

Tanya :

Saya adalah salah seorang petani di Sragen yang sudah cukup lama bertani semangka. Namun ada beberapa hal yang membuat saya khawatir, yaitu tentang masalah serangan kutu kebul. Akhir-akhir ini serangannya semakin banyak dan cukup meresahkan. Bagaimana cara mengatasi serangan kutu kebul tersebut?

Adalagi persoalan yang baru saya alami, yaitu mengenai buah semangka yang pecah. Pecah buah tersebut terjadi sesaat setelah tanaman selesai saya siram. Pecahnya itu terjadi mulai saat tanaman berumur 40-55 hst. Pernah dalam sehari sebanyak 15 buah semangka saya pecah semuanya. Bagaimana cara mengatasinya?

Terima kasih atas perhatian dan tanggapannya.

Maryanto – Masaran, Sragen, Jawa Tengah

Jawab :

Pak Maryanto di Sragen, serangan kutu kebul bisa menyebabkan penyebaran penyakit virus keriting pada semangka. Untuk mengantisipasinya bisa dilakukan beberapa hal sebagai berikut:

Usahakan lingkungan di sekitar tanaman bersih dan memiliki sanitasi lingkungan yang baik. Lahan yang digunakan bukan bekas tanaman semangka atau yang sefamili atau bekas tanaman yang terserang virus yang dibawa oleh kutu kebul.

Persemaian tanaman diisolasi dari serangan kutu kebul dan hama lainnya. Caranya, persemaian diberi sungkup jaring atau kain kasa yang tidak bisa dimasuki hama.

Lakukan pemantauan sejak dini terhadap adanya serangan kuru kebul dan segera lakukan langkah pengandalian dengan menggunakan insektisida yang sesuai, diantaranya: TotalMax 200EC, Valetudo 300EC, Experto 300EC, Promectin 60EC, dan Promectin 100EC.

Sedangkan mengenai buah semangka yang pecah setelah disiram pada umur 40-55 hst itu dapat terjadi karena pada saat itu tanaman sangat membutuhkan air dalam jumlah banyak untuk pembesaran buah. Apabila pemberian airnya dilakukan mendadak setelah kondisi lingkungan mengalami kekeringan cukup lama, maka resiko terjadinya buah pecah cukup tinggi. Oleh karena itu pengairan pada tanaman semangka sebaiknya diberikan secara teratur waktunya sejak pertumbuhan awal. Selain itu penggunaan pupuk lengkap berimbang juga bisa memperkuat kulit buah semangka agar tidak mudah pecah. Demikian, semoga bermanfaat.