Memanen Corona 402 di Bandungan – BISI International

   TENTANG KAMI    |
   PRODUK    |
   HOME GARDEN    |
   APLIKASI BISI    |
   INSPIRASI SAHABAT
Baca juga :
BISI 99, Mutiara Kuning Pemikat Hati
Corona 402 di Bumi Celebes
Crumble 100EC, Hentikan Kerakusan Ulat FAW
BISI 321, Tongkoleee … Gedhene…. Pooolll…..!!!
Seluruh artikel inspirasi sahabat petani bisa dibaca dan diakses melalui Aplikasi BISI, download sekarang melalui Google Play di handphone anda.
Memanen Corona 402 di Bandungan
13 October 2020 [19 views]

Pak Sakur tampak sumringah saat tomat Corona 402 yang ditanamnya sudah memasuki masa panen. Pasalnya, hingga panenan kedelapan kalinya, dari 6.000 tanaman, ia sudah mendapatkan hasil tidak kurang dari 100 keranjang, atau sekitar 4 ton.

Menurut petani asal Desa Sumowono, Kecamatan Bandungan, Semarang, Jawa Tengah itu, tomatnya tersebut sebenarnya tidak dirawat sebagaimana mestinya. Dengan alasan harga komoditas sayuran saat ini yang sedang tidak bersahabat, Sakur memutuskan untuk merawat tomatnya itu lebih minimalis dari biasanya.

Untuk menghemat biaya perawatan, Pak Sakur sengaja mengurangi dosis pemupukannya. Jika biasanya saat tanam tomat ia melakukan tiga kali pemupukan, maka untuk tomat Corona 402 yang ia tanam hanya dipupuk dua kali. Untuk 6.000 tanaman, ia hanya menghabiskan 50 kg pupuk NPK, atau setengah dari dosis biasanya.

“Mulsa yang dipakai juga mulsa bekas yang sudah lebih dari setahun dipakai,” imbuhnya.

Meski begitu, pertumbuhan dan perkembangan tomat tersebut tetap optimal. Terlebih, Corona 402 juga memiliki ketahanan terhadap serangan penyakit, khususnya penyakit yang dipicu oleh virus Gemini yang menyebabkan daun tomat menguning dan keriting. Sehingga, perawatannya pun menjadi lebih mudah dan ekonomis.

Buah menjadi daya tarik tersendiri bagi Pak Sakur. Sebagai tomat tipe semideterminate, Corona 402 memiliki ciri khas yang lebih menguntungkan, yaitu percabangan dan tandan buah yang banyak. Sehingga hasil panennya juga melimpah.

Di samping itu, karakter buahnya juga berbeda. Menurut Pak Sakur, buah tomat tersebut lebih padat dan bobot. Daging buahnya juga lebih tebal, sehingga lebih tahan simpan dan kuat untuk pengangkutan jarak jauh.

Hal itu juga dibenarkan oleh pedagang yang memborong tomatnya tersebut. Pedagang menginginkan buah tomat yang lebih tahan simpan, terlebih untuk pengiriman jarak jauh hingga luar pulau. Seperti hasil panen Corona 402 milik Pak Sakur tersebut yang semuanya untuk dikirim ke pasar di Kalimantan.

Sahabat BISI, penasaran? Yuk, tanam sekarang! (AT)

IKUTI KAMI
Copyright @ MD | BISI 2020