HOME
MARKETING
BROSUR
PRIMA, YANG ISTIMEWA
  101

Tahan bulai, tahan simpan, klobot hijau, dan jelas manisnya. Itulah beberapa keistimewaan Prima, jagung manis yang menjadi primadona baru petani.

Hadir dengan diferensiasi atau pembeda tersendiri, jagung manis hibrida bernama Prima memberikan alternatif pilihan baru yang menjanjikan bagi para petani jagung manis. Meskipun sama-sama jagung manisnya, namun si biji manis satu ini membawa keunggulannya sendiri untuk bisa bersaing dengan yang lain.

“Jagung manis ini lebih tahan bulai dengan klobot yang lebih hijau, lebih tahan simpan, dan yang pasti rasanya dijamin manis,” ujar Zainuri, Manager Pengembangan Produk Benih Sayuran PT BISI International, Tbk..

Hal itu juga dibenarkan oleh Choirul Anam, petani sekaligus pedagang sayuran asal Desa Sumberagung, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Menurutnya, dengan keunggulan tersebut bisa memudahkan petani dalam praktik budidayanya.

“Perawatan yang jelas lebih mudah, karena tanamannya lebih tahan bulai dan tongkolnya besar,” ungkap Anam.

Sementara menurut Ikhwan Hasyim Asyaari, petani jagung manis di Desa Punjul, Plosoklaten, selain tahan bulai, Prima juga terbukti lebih tahan dari serangan penyakit kresek atau hawar daun yang dipicu oleh jamur Helminthosporium maydis.

“Tidak ada yang kena bulai, aman. Jamurnya (kresek-red.) juga tidak ada, aman. Cukup kuat dari serangan jamur,” kata Hasyim.

Demikian halnya dengan Pariyadi, petani jagung manis di Desa Tegalrejo, Kecamatan Teras, Boyolali, Jawa Tengah. Ia mengaku cocok dengan Prima lantaran tanamannya ‘sregep’, produksi tinggi, dan paling tahan penyakit bulai dan kresek.

Tandurane niku sregep (tanamannya sregep-red.). Sregep itu pertumbuhannya cepat, sergam, batangnya kokoh, dan daya tumbuhnya bagus. Produksinya bagus, alhamdulillah saya cocok dengan Prima. Penyakitnya juga tahan, utamanya bulai, aman, tidak ada bulai sama sekali. Kreseknya juga bersih,” ujar Pariyadi.

Selain itu, lanjut Pariyadi, tanamannya juga lebih tahan di musim hujan. “Pada musim hujan kemarin, hampir semua jagung manis yang biasa ditanam petani di sini, termasuk saya, tidak bisa panen karena masalah daya tumbuh, serangan bulai, dan kresek. Alhamdulillah Prima yang saya tanam masih bisa tahan sampai panen. Satu bungkus benih di musim hujan masih bisa dapat empat kuintal,” terangnya.

Besar nan manis

Sangat manis. Itu yang diungkapkan Anam terkait rasa dari jagung manis Prima yang sudah pernah ia tanam dan pasarkan. Wajar kiranya kalau jagung manis ini mendapat pengakuan tersebut. Pasalnya, nilai brix atau derajat kemanisannya mencapai 13%. Sebagai gambaran, nilai kemanisan buah semangka yang terkenal manis berkisar 11-14% brix.

Bukan hanya manis, tongkolnya juga tergolong besar dengan klobot hijau tebal. “Tongkolnya memang besar dan rasanya sangat manis,” tegas Anam.

Hal itu juga dibenarkan Hasyim. Selain besar, bentuk dan ukuran tongkol Prima juga lebih seragam, dengan klobot yang menutup sempurna.

Sementara menurut Danang Hariyono, Agronomis PT BISI area Kediri, dengan klobot hijau yang tebal, daya simpan Prima juga lebih bagus. “Sehingga di pasar pun tidak ada masalah. Langsung diterima pedagang karena klobotnya bagus dengan rasa yang sangat manis,” terangnya.

Mariyanto, pedagang jagung manis di Teras, Boyolali juga membenarkannya. Menurutnya, meskipun terbilang baru, tapi di pasaran sudah bisa masuk dan diterima. Alasan utamanya karena kualitas biji dan daya simpannya yang bagus.

“Saya sudah pasarkan di Prambanan, Sragu, dan Jatinom. Semuanya bisa terima. Yang penting jualan itu dapat untung banyak, tidak usah mikir jenis jagungnya. Yang penting jagungnya itu baik, isinya baik, dan tahan simpan. Jangan hanya lihat klobotnya saja. Prima sudah bisa diterima karena bijinya baik dan daya simpannya bagus,” terang Mariyanto.

Untuk daya simpannya sendiri memang sudah terkonfirmasi dari hasil uji daya simpan yang dilakukan oleh tim riset dan pengembangan jagung manis PT BISI. Dibandingkan dengan jagung manis lain yang sudah ada di pasaran, daya simpannya tidak jauh berbeda. Bisa bersaing langsung dengan jagung manis lain.

“Hasil uji daya simpan pada suhu ruangan, tongkol hasil panen Prima dengan klobot sampai empat hari. Bijinya juga tidak mudah keriput,” kata Zainuri.

Deskripsi jagung manis hibrida Prima:

  • Cocok ditanam di dataran rendah hingga menengah
  • Pertumbuhan tanaman kuat dan seragam
  • Tanaman kokoh dan tahan rebah
  • Tinggi tanaman ± 215 cm
  • Tanaman sangat tahan penyakit bulai Peronosclerospora maydis, hawar daun Helminthosporium maydis dan karat daun Puccinia sorghi.
  • Ukuran tongkol: panjang 19 – 21 cm dan diameter 9 – 9,2 cm
  • Warna biji kuning dan manis (12-14 %brix)
  • Umur panen 73-85 hari setelah tanam
  • Potensi hasil tinggi hingga 23 ton per hektar
  • Kebutuhan benih ± 12 kg/ha

(ABDI TANI Vol. 19 No. 2/Edisi LXIV, Oktober-Desember 2018)

Baca Juga :