HOME
MARKETING
BROSUR
VENTURA, KARBOFURAN BARU DARI MSI
  54

Karbofuran telah menjadi salah satu bahan aktif insektisida yang sudah jamak digunakan para petani untuk melindungi tanaman mereka dari serangan aneka macam hama. Kini telah hadir Ventura 3GR dan 5GR, insektisida karbofuran baru dengan keunggulannya tersendiri.

Bagi para petani, penggunaan insektisida berbahan aktif karbofuran mungkin bukan hal yang asing lagi. Bahan aktif dari golongan karbamat ini memang sudah jamak digunakan untuk mengendalikan berbagai jenis serangga hama. Bahkan serangan nematoda juga bisa dikendalikan dengan bahan aktif ini. Oleh karena itu, karbofuran selain sebagai insektisida juga bisa sebagai nematisida.

“Karbofuran merupakan insektisida dan nematisida yang bekerja secara sistemik sebagai racun saraf dan racun perut,” terang Ali Mashari, Pesticide Product Development PT Multi Sarana Indotan (MSI).

Selain itu, karbofuran juga relatif mudah diurai di lingkungan atau tidak persisten dan tidak terakumulasi oleh jaringan lemak hewan. Sehingga bahan aktif satu ini relatif lebih ramah lingkungan dan efektif kerjanya.

Sebagai produsen pupuk dan pestisida, MSI juga telah mengembangkan insektisida dan nematisida berbahan aktif karbofuran, yaitu Ventura 3GR dan Ventura 5GR. Dua produk baru ini memiliki keunggulan tersendiri dari produk sejenis lainnya.

“Secara teknis sama dengan insektisida karbofuran lainnya, hanya saja Ventura 3GR dan Ventura 5GR butirannya lebih kecil dan seragam, serta tidak berdebu. Sehingga dalam aplikasinya juga lebih aman bagi petani pengguna,”ujar Ali.

Karena berbentuk butiran atau granule, lanjut Ali, maka aplikasinya menjadi lebih mudah. Sebagaimana insektisida karbofuran umumnya, Ventura (3GR dan 5GR) diaplikasikan dengan cara ditaburkan di atas permukaan tanah sebelum tanam atau di sekeliling tanaman. Untuk mengendalikan hama tertentu, seperti hama lundi atau embuk (jawa-red.) yang ada di dalam tanah, aplikasi Ventura sebaiknya dimasukkan langsung ke dalam lubang tanam.

“Bisa juga dicampur dengan pupuk, dan penaburannya bersamaan dengan saat pemupukan. Ventura akan diserap tanaman melalui akar dan didistribusikan ke seluruh bagian tanaman,” ujarnya.

Menurut Ali, selain bekerja secara sistemik, Ventura juga berspektrum luas. Sehingga hampir semua hama bisa dikendalikan, seperti: hama penggerak batang, ulat, siput, nematoda, dan orong-orong yang biasa ada di dalam tanah.

“Selain bisa memberantas banyak hama, Ventura juga bisa diaplikasikan pada semua jenis tanaman. Mulai dari tanaman pangan, perkebunan, hingga hortikultura,” terang Ali.

Untuk dosis aplikasinya, Ali mengatakan, untuk satu hektar lahan cukup diberikan 20 kg Ventura 3GR. Sementara untuk Ventura 5GR dosisnya sekitar 12-15 kg/ha.

“Satu kilogram Ventura itu cukup untuk lahan seluas 100 ru atau 100 bata (1.400 m2-red.),” kata Ali.

Menurut Ali, untuk Ventura 5GR, kandungan bahan aktifnya paling tinggi dibanding produk karbofuran lainnya. “Oleh karena itu dosis aplikasinya lebih irit,” imbuhnya.

Tetap harus aman

Sebagai racun kimia, penggunaan pestisida oleh para petani selaku operator dalam usaha taninya tidak bisa sembarangan. Standar baku minimal harus diperhatikan dan dipatuhi untuk menghindari dampak negatif pestisida bagi petani, seperti keracunan.

“Sebelum melakukan aplikasi pestisida harus memperhatikan arah angin. Jangan sampai aplikasinya berlawanan dengan arah angin. Selain itu, saat aplikasi, petani minimal harus menggunakan baju lengan panjang, sarung tangan, penutup kepala, dan masker,” terang Ali.

Seperti dalam penaburan Ventura 3GR dan 5GR. Meskipun dari segi keselamatan pestisida butiran ini lebih baik dibanding dengan pestisida cair yang disemprotkan, namun saat menaburkannya harus tetap menggunakan sarung tangan dan baju lengan panjang.

“Karena saat kulit kita basah karena keringat, pestisida butiran bisa meresap ke dalam pori-pori kulit. Oleh karena itu dalam aplikasinya lebih baik harus tetap menggunakan sarung tangan, baju lengan panjang, topi, dan masker untuk keamanan,” ujar Ali.

(ABDI TANI Vol. 19 No. 1/Edisi LXIII, Januari-Maret 2018)

Baca Juga :