Bapak Suwarno, petani asal Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia menanam Maskot dan Macho dengan alasan Maskot memiliki kelebihan yaitu terbukti tahan kering, sedangkan Macho memiliki kelebihan yaitu terbukti tahan air.
0 views`
Pak Umar, petani padi asal Lombok Timur, NTB menggunakan 3 produk Cap Kapal Terbang yaitu Logran 75WG, Benfuron 12/18WP, dan BenPlus 76,4WP. Beliau mengakui setelah menggunakan 3 produk tersebut tanamannya (padi) sangat bagus serta anakan padi keluarnya banyak dan jarang keluarnya sundep.
0 views`
Mas Adi merupakan petani cabai dari Ngrambe, Ngawi. Beliau mengakui ketahanan cabai Sigma pada musim penghujan sangat tahan dibanding cabai yang lain, umur tanaman lebih genjah (87 hari) dan buahnya besar (grade A).
0 views`
Pak Hariadi, petani jagung asal Jembarana, Bali. Ia menanam Maskot dikarenakan boboh lebih berat, tahan terdahap bulai, dan batangnya lebih kokoh dibanding yang lain. Dan, berdasarkan pengalaman kemarin Pak Hariadi membutuhkan 3 kuintal benih jagung.
0 views`
Pak Feri, petani bawang merah dan cabai dari Kulon Progo, Yogyakarta. Menurut beliau tantangan menanam bawang merah dan cabai pada musim penghujan adalah gampang terkena Layu Fusarium dan Antraroksa. Sehingga solusi dari pak Feri adalah menggunakan Tricho Plus AP.
0 views`
Pak Ridwan, petani cabai dari Aceh. Tahun 2025 ini, beliau baru menanam cabai Sios Tavi dan hasil sangat memuaskan. Menurut Pak Ridwan, Cabai Sios Tavi memiliki keunggulan yaitu tahan kering, dan tahan virus Gemini atau daun kuning.
0 views`
Pak Muryono, petani jagung dari Blora, Jawa Tengah. Ia mengakui BISI 18 rendemennya bagus dibanding jagung yang lain sehingga para tengkulak memberikan harga spesial untuk jagung BISI.
0 views`
Mas Agus Setiawan merupakan petani cabai selama 10 tahun dari Kulonprogo, Yogyakarta. Beliau mengakui sudah menggunakan insektisida Minecto Xtra sebanyak 3 kali aplikasi, hasilnya ulat mati.
0 views`
Pak Hesli, petani hortikultura dari Minahasa yang telah menanam Tomat Fortuna 25. Ia mengakui tomat tersebut luar biasa dikarenakan tahan terhadap penyakit Phytophthora, Alternaria, layu dan bakteri.
0 views`
Pak Alamsyah Ghozali, petani jagung dari Bima, Nusa Tenggara Barat. Beliau mengakui baru pertama kali menanam jagung MACHO, ternyata hasil memuaskan dibanding yang lain.
0 views`
Pak Gufron merupakan petani cabai dari Ngawi. Ia menanam cabai Sios Tavi terbukti tidak ada kendala satupun dan potensi hasilnya tinggi.
0 views`
Pak Sugiono merupakan petani jagung asal Gunungkidul, Yogyakarta yang sangat setia dengan jagung BISI 18 karena performa dan hasil panennya!
0 views`
Pak Darmoyo, petani bawang merah asal Grobongan, Jawa Tengah telah menggunakan VALETUDO terbukti masih terkena serangan hama ulat tetapi daunnya masih hijau dan tumbuh.
0 views`
Pak Yusuf, petani jagung asal Dompu, Nusa Tenggara Barat menanam jagung MASKOT tidak ada kendala satupun….
0 views`
Bos Intan, petani gambas asal Majalengka, Jawa Barat sangat mengagumi gambas PUSPITA dikarenakan tahan terhadap serangan virus, buahnya banyak, dan hasilnya yang memuaskan…
0 views`
Pak, Vindi, petani jagung asal Ponorogo, Jawa Tengah sangat menyukai jagung MASKOT dikarena terbukti TAHAN TERHADAP SERANGAN BULAI!!!
0 views`
Pak Sudarano, petani padi asal Klaten, Jawa Tengah mengakui menggunakan Viallitop memang bagus dan terbukti hama wereng langsung mati.
0 views`
Pak Priono, petani jagung Macho asal Klaten, Jawa Tengah mengakui performa jagung Macho memuaskan dikarenakan tahan terhadap busuk batang, tahan bulai, dan kualitasnya bagus.
0 views`
Pak Herman Maksi Tunengan, petani cabai asal Minahasa sangat memuaskan menanam cabai Sios Tavi dikarenakan tahan terhadap paten, hama, dan penyakit, serta cabai tersebut bisa diekspor antar pulau.
0 views`
Pak Agus Rianto, petani jagung asal Klaten, sudah membuktikan sendiri hasil dari Jagung MASKOT!
0 views`
Pak Yahdin, petani jagung asal Aceh, sudah membuktikan sendiri hasil dari Jagung MASKOT! Sekarang waktunya giliran kamu buat buktiin sendiri dari hasil jagung MASKOT!
0 views`
Pak Sunardi, petani jagung asal Wulung, Ponorogo sangat puas dengan tanaman jagung MACHO yang ditanam di lahannya! Karena tanamannya yang tanggung dan tahan bulai!
0 views`
Pak Usman, petani bawang merah asal Losari, Cirebon sangat memuaskan memakai Paket PARIS dari PT MSI dikarenakan tanamannya tumbuh lebat dan daun bisa gemuk serta diterima di pasar induk.
0 views`
Pak Makruf, ketua Gapoktan Tri Mulyo di Ponorogo beserta petani lainnya sangat puas dan tertarik dengan performa maksimal varietas jagung MASKOT yang ditanam meski di lahan yang berada di bawah naungan.
0 views`
Pak Samsul Arifin, petani padi asal Sumatra Selatan senang karena malai tumbuh serempak menggunakan BOOM PADI.
0 views`
Sudah dua tahun menanam melon AMANDA TAVI, apa kata Pak Abdus Somad dari Tuban tentang melon ini?
0 views`
BIBIT ELIT! BIAYA IRIT! Ini kata Pak Syamsul Rizal asal Bima, Nusa Tenggara Barat tentang Jagung MASKOT yang ia tanam di lahannya!
0 views`
Pak Abdul dari Mernek, Cilacap langsung ingin mencoba Boom Padi MAX di lahannya karena padi yang dilihat jadi berisi dan lebih berbobot! Eh… eh…Meledagh!!!
0 views`
Pak Syamsul dari Merakurak, Tuban sangat senang karena tahan bulai, tongkolnya besar sehingga mencapai target sekitar 1 kilogram 6 kuintal.
0 views`
Pak Yani dari Sulawesi Utara, terpukau dengan performa Jagung MACHO yang tumbuh subur meski dengan cuaca yang tidak bersahabat!
0 views`
Pak Abdul Rohim, petani melon dari Plumpang, Tuban membuktikan dalam segi perawatannya melon Amanda Tavi mudah, tahan terhadap serangan virus dan melon Amanda Tavi diterima oleh pasar, dikarenakan brixnya tinggi.
0 views`
Pak Nurjan Jaelani, petani padi asal Bekasi melihat langsung performa Minecto Xtra yang terbukti ekstra kuat basmi ulat di tanaman padi.
0 views`
Pak Putdiono, petani jagung dari Montong, Tuban mengakui bahwa perawatannya mudah dibanding jagung yang lain dan tahan terhadap penyakit.
0 views`
Pak Riccot Pakpahan dari Humbang Hasundutan, Sumatra Utara telah membuktikan dan senang akan hasil panen dari tomat Omega Tavi yang tahan virus! Mudah diurus! Dan hasil yang menguntungkan terus!
0 views`
Jagung Macho memilik Pak Zainul di Pasuruan, diprioritaskan pedagang dan menjadi tontonan!
0 views`
Pak Manu, petani padi dari Tunggakjati, Karawang telah membuktikan bahwa Herbisida Benfuron, Herbisida BenPlus, Herbisida Logran dapat membasmi hama-hama. Dan saat ini, beliau juga mencoba insektisida Trisula di lahannya.
0 views`
Bu Musriati dari Bangilan, Tuban mengakui buah Cabai Sigma besar serta banyak, tahan terhadap virus dan rasanya pedas.
0 views`
Pak Sumaryo dari Jeruklegi, Cilacap telah menanam Jagung MACHO sebanyak 8 kg di 3 tempat. Kata beliau, Jagung Macho hasilnya bagus, tongkolnya besar, dan tahan terhadap serangan bulai.
0 views`
Pak Andi Sabir dari Bulukumba, Sulawesi Selatan mengakui Jagung MACHO hasilnya mantap dan seragam.
0 views`
Mas Erfin dari Sedan, Rembang membuktikan Jagung BISI 18 daunnya hijau, tongkol besar serta bijinya mumput sampai ujung.
0 views`
Pak Haji Roni asal Pujer, Bondowoso membuktikan sendiri Terong Kayla hasilnya tinggi dibanding terong varietas yang lain, kuat untuk pengiriman jarak jauh, dan tahan terhadap bulai.
0 views`
Pak Gozali asal Bangilan, Tuban mengakui Cabai Rawit Sigma buahnya keras dan tahan terhadap serangan virus Gemini.
0 views`
Pak Iqbal dari Plosoklaten, Kediri telah membuktikan sendiri Cabai Rawit Sigma tahan terhadap serangan virus.
0 views`
Pak Otong asal Majalengka membuktikan bahwa BISI 18 yang ia tanam disukai oleh para pedagang karena harganya yang unggul.
0 views`
Pak Sudarnoto dari Tanjung Kesuma, Lampung Timur sangat menyukai Jagung BISI 18 dikarenakan kadar air rendah, tahan terhadap serangan bulai dan jamur, dan rendemen tinggi.
0 views`
Pak Warsinto merasa senang menanam Jagung BISI 18 dikarenakan warnanya merah, tahan terhadap bulai, tidak mudah roboh serta mudah dipotel, dan potensi hasilnya tinggi.
0 views`
Pak Jais asal Bringin, Ngawi mengakui Jagung MACHO memang mantap dikarenakan bijinya mumput sampai ujung, tongkol besar, barisan bijinya banyak, warnanya mantap.
0 views`